Jumat, 21 September 2012

Aku menunggu Ibuku menerjangku.

  Saya tipe orang yang jarang tersentuh, oleh apapun, oleh siappapun. Jarang berlinnag air mata ataupun merasa terharu, susah tersenyum dan tertawa lepas kecuali dengan mereka yang biasa dengan saya. Saat ulang tahunpu saya biasa saja ketika temen-temen colo kasih kejutan, bukanya gak menghargai ya emang dasarnya kayak gini.

  Hari ini liat orang-orang berdandan pakai toga rasanya bergidik, sedih bangga pengen. Kapan ya bisa kayak gitu? nanti tunggu 3 tahun lagi. Masih terlalu awal buat saya untuk mendapatkan itu. Masih terlalu dini perjuangan saya untuk mendapatkan itu dan saya baru berpijak pada batu pertama dalam tangga proses kehidupan saya.
 Pelan-pelan walau kadang awalnya banyak tantangan, semua itu bakal memperkuat saya. Saya juga menunggu, Ibu saya dapat sehat dan dapat melihat saya memakai Toga, memandang dengan bangga pada saya, mennagis haru karna perjuangannya untuk saya tidak pernah sia-sia. Pelan-pelan ibu saya juga masih berjalan pelan pelan untuk dapat menyaksikanmu berlari lagi, menerjang saya ketika saya dengan bangga mengalungkan mendali itu untukmu, bukan siapapun di dunia. Walau hasilnya hanya untuk saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar