Gak sengaja buka sesuatu yang lama terlupakan, kenangan itu. Manis walau kamu gak sempat kumiliki, walau kamu gak nyata , hanya bayangan yang mampu membalikan hati saya ketika mengingatnya. Kamu yang gak pernah ada yang tidak saya akui namun saya puja, yang hari ini membuat sakit hati saya lagi.
Yang membuat saya mencitai film jauh sebelum saya mengenal bagai mana nikmatnya menjadikan angan sebuah tulisan dan membuatnya menjadi sebuah kenyataan. walaupun itu juga tak nyata.
Bukan sentuhan, bukan senyuman hanya kata yang saya dapat rasakan dari kamu, sebuah pembicaraan yang singkat yang mampu mengupas tuntas kamu, hingga memunculkan sedikit kekawatiran. Sebuah keberadaan dari sosok yang tidak pernah nyata namun selalu terasa. Sebuah candu yang membuat tidur saya menjadi menakutkan karena keberadaanmu.
" Aku takut aku bakal buat kamu kecewa, karena kamu sempurna dengan segala kurangmu"
"Aku manusia bukan bukan sesempurna malaikat, bahkan aku sehina setan"
"Setan jauh menakutkan dari malaikat, setan selalu menjanjikan kita kesenangan namun tidak pernah menjamin kesenangan yang abadi itu"
"Kamu tahu itu, mangkanya kamu harus ngerubah setan ini jadi malaikat pujaan kamu"
"Saya memuja setan kalau pun anda setan itu, diakhir saya menunggu malaikat yang bakal membawa saya kekebahagiaan semu yang ditimbulkan setan"
Itu akhir yang indah dari malam-malam yang selalu saya habiskan denganmu, yang membuat saya insomnia sampai sekarang hanya untuk menunggu kedatangan setan yang menawarkan kesenangan sesaat untuk saya, menunggunya kembali bahkan ketika saya belum siap dengan wujud malaikatnya saya masih akan berusaha menerima tawaran untuk kesenangan yang bakal dia berikan.
Sayangnya setiap malam hanya kelelahan dan sunyi yang datang untuk saya, bahkan dimimpipun setan itu tak pernah memberi tawaran untuk hanya sekedar bersenang-seang sesaat.
Mungkin dia lelah dengan permainan saya, dengan tarik ulur yang saya berikan tanpa mau mengakuinya.
Sampai akhirnya saat ini saya yang masih terpuruk dan mencoba tenang pada cangkang kokoh yang saya buat untuk menutupi asli saya yang menghuja setan, topeng malaikat saya mencari yang rasional, tanpa kemunafikan topeng malaikat lainnya. yang menjadikan mereka indah diluar namun busuk di dalam.
Hingga tiba saatnya kamulah yang menjadi malaikat untuk seseorang diluar sana yang jauh lebih dari saya yang hanya memberi harapan tanpa takut membuang cangkang itu.
Dengan keterpurukan dan kesakitan yang saya mesti tahan ketika melihat sesuatu yang indah itu yang seharusnya menjadi milik saya kamu rangkai bersamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar