Males banget rasanya hari ini, Bukan Senin yang bisa menghancurkan hari saya karena sebuah awalan untuk memulai aktivitas. Bernama Selasa, tenggang 1 hari, rasanya terlalu berat untuk selalu memulai. Guru sayapun pernah berkata bahwa pekerjaan yang paling berat, paling males adalah memulai, memulai untuk melakukan apapun pekerjaan, tapi toh setelah di dilakukan hal itu gak bakal seburuk yang kita bayangin. Takut aja yang duluan.
Selasa ini sebuah awalan bulan, dimulai dengan malas-malasan balik ke perantauan Seninnya. Bukan apa-apa, adalah males itu yang menjalari saya. Terlalu nyaman dirumah dengan keluarga membuat suiasana untuk balik yang biasanya menyenangkan hari itu membosanka. Padahal disana ada Piol ada Adil, Aji dan semua seperangkat keluarga besar saya lain sedang berkumpul kangen-kangenan saya mesti berkutat dengan angka. Sabar ini bentuk dari perjuangan. Selalu. Ibu santai ketika saya bilang males ke Malnag, "Gak paapa, Duite ibu utuh". Bolospun tak masalah, karena ibu saya tahu saya ndak bakal bisa betah dirumah hanya dengan diam dan aktivitas yang sama. Bosan.
Masalah Unmood bertambah ketika kita dihadapkan dengan sesuatu yang dapat memperbudak semua hidup kita UANG. Biasa harapan kita gak sesuai kenyataan, begitupun hari itu, Apa yang ada dalam fikiran ibu saya mengira bahwa uang yang kemarin di kirim masih utuh. Bapak sih ngomongnya ,mau nambahin. Ini bener tabungan di isi asil akhir toh mesti diambil lagi. Pelis -,- dongkol banget gak sesuai jatah. Dikepala ini udah mau ini itu udah banyangin hal-hal yang indah . shoppinglah ternyata. Entahlah.
Dan sejuta masalah lagi yang selalu bertentangan dengan harapan saya. Ibu kost cerewetlah, itulah. aaaarght.
Tidur adalah cara saya untuk membuat hari saya lebih baik, rasa capek membuat saya cepat memejamkan mata. Berharap kepenatan ini bakal hilang dengan mimpi ditidur saya. Paginya cukup berat mata saya untuk terbuka, mengingat ini matakuliah membosankan dan yang saya tahu saya mesti datang tepat waktu atau saya bakal menutup pintu dari depan. Jam 6 pas, untuk ukuran anak kost murahan masih harus ngantri mandi. Dengan tampang seadanya saya kuliah. Mencoba mendapatkan mood kembali dengan sedikit bersenang-senang dan melakukan apapun. Hasilnya lumayan. Yang terburuk untuk hari ini adalah bau dari sepatu yang entah kapan saya lupa mencucinya. . Masih membekas saat ini. Terimakasih Tuhan karna saya mampu mencium bau yang tajam dengan hidung buntu . (bersyukur). Satu hari kuliah tanpa ganti apapun dan dengan sepatu bau, makan mie Tomcat Ditutup dengan sebuah kaos yang saya dapatkan bersama diva. its purple :) . Menjadikan hari saya lebih indah walau saya awalnya malas untuk mengawali aktivitas itu semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar