Hingga tak kau dapati aku di sana,
Di belakangmu,
Hanya menatap punggung ringkuhmu.
Terkadang kamu merasa,
Namun itu tak akan lama,
Hanyut kembali dengan semua keindahan dalam penerangan yang kau beri.
Aku hanya bisa menikmati seberkas cahaya yang kau pancarkan,
Tak pernah mencoba mendekat karna tempatku hanya kepekatan,
Aku tertunduk dan aku bimbang,

Namun tanpa ragumu kau beri aku seberkas harapan,
Walau hanya temaran cahaya yang kau bagikan,
Itu mampu untuk lupakan,
Bangkinkan semangat dalam keputusasaan,
Saat kau ulurkan tangan,
Dan kusadari aku harus bertahan,
Karna ini sudah menjadi pilihan,
Bahwa ini patut diperjuangkan ketika mereka memberiku harapan dari seberkas cahaya yang hilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar