Selasa, 25 Maret 2014

Karna Cinta tak Perlu Aliran Darah

Hei, selamat malam. Maaf ya Socikoclogy hari ini aku nggak bisa nahan rapuh, nahan air mata egoisku.

Dia bukan siapapun bagi semua yang ada di sana, tanpa mereka sadari perannya cukup besar. Memiliki kisah hidup yang sangat panjang, perjuanganya akan cinta dan kedamaian, aku dapat merasakannya. Wajahnya selalu tegas, giginya berkerak namun masih utuh, bibirnya merah kehitaman bekas sirih yang setiap waktu dikunyah. Setiap kali aku pulang, suaranya selalu menyambutku, sosok ringkihnya duduk di kursi keras dari bata.

Tuhan memang adil, tak perlu aliran darah untuk membuatku menyanyanginya, bahkan lebih. Kata kasarnya mungkin sedikit meniru pada diriku, begitupula watak kerasnya. Dia tulus aku yakin itu, orang boleh memandangnya remeh, bagiku dia semua. Tempat mulutku menceritakan semua yang tak pernah bisa ku ungkapkan kecuali di kata, tangannya selau terbuka siap untuk memelukku ketika rapuh.

Tak pernah ada yang tahu apa yang ia rasakan, bahkan sampai sekarang aku tak pernah mengerti apa yang dia lakukan untuk kami, kalupun semua meragukan ketulusanmu, percayalah aku selalu yakin akanmu. Kadang aku ingin sedikit merasakan yang dia rasakan, cibiran mereka dibelakang yang membicarakannmu, merke yang sellau berkoar tanpa tahu akanmu.

Dia selau sendiri, sepikah? kosongkah?? tak pernah ada yang tahu. Merekabilang dia tak bertuhan, ingin rasanya ku bungkam mulut kasar mereka, dia yang mengajarkanku mohon padanya, dan bersyukur sebelu, berkelana ke mimpi. Dia ajarkanku menyebut namanya. bersalawat meskipun dia tak pernah mengenal agama secara lebih dalam. 

Dia selalu punya caranya sendiri untuk bertahan, untuk menguatkanku ketikaku rapuh atau meyakinkanku ketikaku goyah. Aku mengerti kadang kesunyianmu menyiksa, tak pernah kau bagi duniamu untukku walau sejengkal. Bisakah aku merasakan pilimu? atau mengusap air matamu. Aku, mas dan yang lainnya sayang kamu,. Seperti halnya ketu;usanmu membesarkanku tanpa banyak kata. Cepat sembuh Yut,yang terbaik ku doakan dari Malangku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar