Rabu, 22 Mei 2013

Masanya di Nostalgia

Di berada di tengah-tengah kebimbangan, untuk terus menengok kebelakang atau maju melupakan.

Dengan harapan yang besar menunggu bahunya di tepuk untuk di janjikan sebuah impian.
Deg-degkan masih ia rasakan ketika hanya tiga kata dia kirimkan. PING!
Menunggu,
waktu seakan berhenti dan ternyata tanpa balasan.

Dia tak pernah putus asa walau terkadang ragu dengan apa yang akan dilakukan.


Maju,
Ada yang lain yang setia mengulurkan tangan untuk bergandengan,
Bukan di tepis, tidak juga disambut, dia hanya memutuskan untuk berjalan beriringan.
Sedikit kegembiraan namun belum terlupakan.
Pikiranya masih melayang dimasa lalu,
Mencoba menimbang-nimbang,
Membandingkan janji dengan janji
Nostalgianya menang di bumbui kebosanan.

Dia masih menunggu,
Dengan harapan yang sama yang tak pernah terkikis waktu,
Terbayang-bayang indahnya semasa tangan masih bertautan,
Masa lalu terus terkenang, 
Namun masa sekarang terus berjalan
Dan masa depannya masih membingungkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar