Aku bertanya bagaimana kamu bisa bertahan sampai sini. Satu tahun lebih bukan waktu yang sebentar untuk hanya bisa dekat dengan seseorang tanpa memiliki. Perjuangan-perjuanganmu tak bisa diacuhkan, dia melihat kamu mendaki untuk mengejar, nyatanya dia hanya diam, takut untuk mengulurkan tangan.
Katamu belum saatnya, hatimu percaya rasanya sama dengan rasamu yang tumbuh subur dan berkembang.
Kataku dia tak serius, pria serius selalu dapat mempertaruhkan segalanya untuk berjuang, terlalu ciut nyalinya jika hanya beralaskan harta, tapi kamu sabar dan terus berjuang. Kamu memang gigih, terlalu tegar untuk seorang wanita yang telah menunggu lama tapi tak pernah dihampiri. Dia yang takut mencoba tak seharusnya kamu perjuangkan, tapi itulah kamu dengan segala positive thinkingmu.
Kamu percaya bahwa di setiap usaha ada doa di dalam doa ada sebuah senyum yang menunggu akhirnya. Kamu meyakini perjuanganmu tak pernah sia-sia, bahwa Tuhan selalu mengabulkan apa yang terkandung di tiap alunan lirih bibirmu saat menyebut namanya.
Bukan sekarang, mungkin nanti jika Tuhan ingin mengabulkan, katamu Tuhan selalu mendengar dan tak pernah ada doa yang terlupakan. Katamu Tuhan maha pemurah dengan segala kuasa akan memberikan dan katamu Tuhan tahu dan Tuhan tidak akan diam untuk hanya melihat apa yang telah kita lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar