Lama, tak pernah aku rasakan lagi.
Aku seakan tak pernah percaya, dengan apa yang dirasakan hatiku,
Mulai saat itu, seakan aku mati rasa.
Dia yang aku percaya untuk hatiku,
Yang tak pernah menganggapku namun aku selalu setia untuk menunggu,
Tidak pernah menghianati atau bahwa sengaja menyakiti, karna dulu hanya rasa sepihak yang ku coba tumbuhkan untuknya.
Kekecewaan itu datang darinya sampai rasaku pergi.
Melebur menjadi satu dengan ketidak pedulian sampai saat ini.
Berbulan-bulan tak pernah ada perasaan yang muncul,
Sebatas simpati ataupun hanya sepucuk kekaguman.
Ada kasih sayang, namun hanya sebatas saudara,
Hati ku masih hampa.
Masih tertutup untuk sesuatu yang baru yang akan mengisinya.
Sampai kapan?
Aku takut kecewa, aku takut sakit.
Sampai kapan?
Aku bakal tetap menutup diri.
Hnaya menunggu, aku akan mencoba buka hati ini untuk kamu yang tepat.
Yang aku tak tahu, Yang tak ku kenal.
Namun ku percaya, walau harapankupun ragu,
Bahwa ada yang entah dimana akan dapat membukan hatiku,
Sedikit harapan bahwa itu kamu,
Tapi aku masih takut memupuk harapan itu menjadi angan yang kugapai dalam bahagiaku,
Terlalu sakit bila kau seperti mereka yang menjatuhkanku setelah menerbangkan keawan.
Pelan asal pasti, aku yakinkan diri.
Doa dan sediki harapan ku panjatkan.
Tuhan aku tak akan meminta siapapun untuk semua itu.
namun jika aku masih layak untuknya,
Dapatkah dia yang membuka hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar