Kamis, 08 November 2012

Rumah

Jauh di sini aku merindukan mereka, rasanya ingin pulang hanya sekedar merasakan hangatnya pelukan ibuk, merasa senyum sambutan mereka bahkan untuk senyum simpul atau menggoda milik Bapak. Iri ketika semua sedang berkumpul hanya keberadaanku yang kurang. Aku sadar ini sebuah perjuangan, tapi airmataku tak ingin cepat berhenti untuk sekedar rasa yang jarang kurasakan .

Egoku selalu menghalangi rasa sayang yang ingin ku keluarkan, gengsi dan keras kepala, aku rindu mereka, walaupun rasanya sangat singkat untuk sebuah rasa rindu. Rindulku muncul ketika banya beban saat ini, mereka bukan pelarian tapi mereka selalu menenangkan, Mereka tidak selalu memahami, tapi aku tahu doa mereka terpanjat untuk keselamatanku, kesuksesan dan bahagiaku. Di sudut kecil hatinya walau kadang sayang tak selalu dapat diucapkan.



Aku ingin pulang, mencium aroma rumah dan bahkan sekedar mendengar tawa mewreka. Mendengar tangisan malaikat-malaikat kecil yang menjaganya. Biasanya untuk merasakan sebuah kasih sayang kita perlu sedikit waktu untuk menjauh. Untuk bisa merasakan rasanya "pulang". Hanya rumah tempat kita kembali, tempatku tulus tersenyum tanpa sebuah topeng kebusukan, hanya rumah yang mau menerimaku dengan segala kurang walau itu susah. dan hanya rumah yang bisa menghilangkan gundahku dalam sebuah rindu.

Aku mesti bersabar sebentar untuk dapat merasakan pulang, Pengobatku hanya mendengar suara kalian dan godaan kalian di seberang. Kalian tak perlu melihat air mataku atau keluhanku di setiap coretan kata. Yang perlu kalian tahu aku ssedang berjuang dan sangat bahagia. Yang perlu kalian lakukan hanya mendoakan dan menyambutku saat pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar