Senin, 25 April 2016

Bissmillah

Tampaknya memang saya harus melangkah.  Tujuan yang utama tentu saja untuk kemaslahatan bersama. Agar paling tidak ada orang-orang yang senyumnya sebagai bayaran dari jerih payah.

Mengesampingkan ego yang teramat besar. Diam-diam saya tak ingin terus-terusan menjadi pecundang. Menutup mata dan telingan, yah kamu tahulah di dunia ini banyak mulut-mulut pengangguran yang berpekerjaan dengan membicarakan orang, tanpa ada manfaat lain dalam hidupnya selain untuk memenuhi kebutuhan nafsu akan kepuasan. "Ternyata aku masih lebih baik " yah seperti itulah alasan-alasan semua itu dilontarkan.

Sabtu, 16 April 2016

Awal

Semakin ke sini semakin ku sadar ketertinggalanku akan mereka. Hasil yang seharusnya sama menjadi jauh, aku menghambat berprosesku sendiri. Harihari yang semakin cepat berlalu seakan hanya angin, numpang lewat untuk kadang sekedar mengingatkan.

Satu minggu, bulan bahkan tahun, kepatahhatianku oleh Tuhan membuatku hidup seakan tanpa tujuan. Setiap harinya halhal tak bermakna terus berulang, Tak mengerti juga akan sampai kapan. Kepercayaanku bahwa aku ini manusian intrinsik hilang, menyalahkan keadaan, lingkungan, takdir waktu yang seakan tak pernah tepat untukku.

Perlu dorongan sekeras apalagi agar sedikit saja ada tujuan yang ingin kunyatakan, tak hanya angan atau asa, juga andai andai yang setiap menit ku latangkan.