Rabu, 08 April 2015

Surat untuk Boy 1



Hay Boy yang sedang jatuh cinta yang sesungguhnya menurutku.
Salam.
Belum genap satu bulan kau meningalkan kota tercinta ini, ragamu sudah menginjakan di Malang lagi. Tepatnya 15 hari. Dengan mantap dulu kau bilang ingin satu bulan berada jauh di antah berantah jauh yang tak terjamah itu, bergaul dengan sapi-sapi di tempatrencanamu penelitian. Bercengkrama dengan Bapak Ibukmu yang jarang kau temui, juga menikmati sepinya malam tanpa canda tawaku.
Hey Boy, Saat ku Tanya di sms “kamu kapan balik?” dan jawabanmu nggilani aku sudah curiga daa apa-apa, ternyata benar kau pulang lebih awal. Ya, pulang Boy, sebutanku untuk menyambutmu kembali. Pulang yang artinya kami adalah sebuah rumah, tempatmu bisa leren sebentar dari rasa lelah apapun yang ada di luar saya.

Bukan, bukan aku tak rindu padamu Boy. Awal-awal kau pergi aku sempat mencari-cari sosok begijikanmu, tak ada teman makan di budhe, teman nyanyi lagu galau walau suaramu parah pecah, tak lagi ada yang menjemputku saat aku balik dari rumah, dan yang paling penting taka da orang yang meneriakanku bekakas. Hariku masih santai Boy, dengan damai yang kunikmati sendiri, sendu yang ku rasa sendiri. Beberapa kali bersua lewat dunia maya juga tak berpengaruh banyak. Aku sudah mengukurnya, sampai mana nanti aku merindukanmu. Pada Minggu ketika saat kau pergi, tepatnya saat tdak ada lagi teman yang sibuk di kota ini. Sunyinya sunyi dari teriakan cemprengmu yang membahana kemana-mana yang ku nanti.

Niatku untuk mengirim surat padamu sudah ku pikirkan saat kepulanganmu ke Kalimantan hanya sekedar wacana, bagaimana aku akan menceritakan hariku setiap harinya tanpa ada yang terkecuali, bagian paling menggembirakan juga menyedihkan. Hari pertama kau pergipun jari-jariku ingin menari, ku tahan agar tak dibilang alay olehmu, atau drama oleh Om.

Sekarang kau di sini Boy tanpa rasa rinduku yang membuncah karena kau telah pulang. Aku senang dengan banyak jajan di kopermu dan dua kardus lagi. Tapi dari pengalaman-pengalaman kemarin karena banyaknya teman yang kau punyai aku juga sadar seberapa banyak jatah yang akan ku dapatkan. Tak apalah Boy, menikmati jajanan Kalimantan aku cukup terpuaskan. J Malang, 7 April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar