Hay Boy yang sedang jatuh cinta
yang sesungguhnya menurutku.
Salam.
Belum genap satu bulan kau
meningalkan kota tercinta ini, ragamu sudah menginjakan di Malang lagi.
Tepatnya 15 hari. Dengan mantap dulu kau bilang ingin satu bulan berada jauh di
antah berantah jauh yang tak terjamah itu, bergaul dengan sapi-sapi di
tempatrencanamu penelitian. Bercengkrama dengan Bapak Ibukmu yang jarang kau
temui, juga menikmati sepinya malam tanpa canda tawaku.
Hey Boy, Saat ku Tanya di sms
“kamu kapan balik?” dan jawabanmu nggilani
aku sudah curiga daa apa-apa, ternyata benar kau pulang lebih awal. Ya,
pulang Boy, sebutanku untuk menyambutmu kembali. Pulang yang artinya kami
adalah sebuah rumah, tempatmu bisa leren sebentar
dari rasa lelah apapun yang ada di luar saya.
Niatku untuk mengirim surat
padamu sudah ku pikirkan saat kepulanganmu ke Kalimantan hanya sekedar wacana,
bagaimana aku akan menceritakan hariku setiap harinya tanpa ada yang
terkecuali, bagian paling menggembirakan juga menyedihkan. Hari pertama kau
pergipun jari-jariku ingin menari, ku tahan agar tak dibilang alay olehmu, atau
drama oleh Om.
Sekarang kau di sini Boy tanpa
rasa rinduku yang membuncah karena kau telah pulang. Aku senang dengan banyak
jajan di kopermu dan dua kardus lagi. Tapi dari pengalaman-pengalaman kemarin
karena banyaknya teman yang kau punyai aku juga sadar seberapa banyak jatah
yang akan ku dapatkan. Tak apalah Boy, menikmati jajanan Kalimantan aku cukup
terpuaskan. J
Malang, 7 April 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar