Pukul 21.45 aku keluar dari toko kecil, tanganku sibuk membawa barang, satu menenteng gelas minuman, satu lagi memegang belanjaan yang baru saja ku beli. Sambil sibuk memasukan barang belanjaanku mataku terpaku pada sosok yang ada di depan, sepasang muda-mudi di atas motor, si cewek terlibat adu mulut dengan adiknya yang ada di bawah, entah membicarakan apa tidak jelas. Sang adik kelihatan jengkel, memandang embaknya dengan mata tajam.
Keteguk minuman yang ada di tanganku setelah selesai memasukan barang ke dalam tas, mataku masih terteju ke depan, rasa ingin tau yang kuat membuatku intensif memperhatikan mereka, tanpa ku duga si cewek turun dari motor, berbalik cepat ke arah cowok yang masih di atas motor, mengecup pelan pipi si cowok, sambil tersenyum. Aku terdiam, terkejut dengan yang baru saja terjadi di hadapan mata, setelah tersadar pandanganku menyapu sekeliling, jalanan memang lumayan sepi, namun di daerah yang banyak dihuni rumah - rumah kost mahasiswa ini masih ada satu, dua yang berlalu di jalan itu. Lalu pandanganku kembali ke arah mereka, melihat sang adik yang masih berdiri di depan, diam, mungkin bingun dengan yang terjadi secara cepat dan sekilas.
Di usia yang sudah menginjak 21 tahun dan masih belum mempunytai pasangan, hal pertama yang aku pikirkan adalah "Betapa beraninya mereka". Aku tahu bahwa cinta bisa beragam bentuknya, pengungkapannyapun demikian, namun di Negara kita yang katanya mempunyai adat timur hal tersebut agaknya akan membuat masyarakat membicarakan apa yang mereka lakukan. Hal itu mungkin dapat dikatakan pergeseran moral oleh sebagian orang, dengan alasannya masuknya budaya barat tanpa filterisasi. Bagi beberapa orang yang berpandangan modern mungkin adalah hal biasa. lalu bagaimana dengan pandangan saya sendiri?
Saya akan menganggap kecupan di pipi wajar jika hal tersebut tahu tempat dan situasi, anggapan saya adalah mereka terlalu berani, dengan gejola muda yang mengebu, kasih sayang mereka di ungkapkan dimanapun tanpa melihat tempat dan situasi. Lebih parahnya lagi, ciuman sekilas itu disaksikan oleh balita yang tidak tahu apapun, agaknya si embak harus menjaga etika baik di depan adiknya, karena saat usia-usia di bawah lima tahun anak masih belum tahu mana yang baik dan benar, mana yang patut di tiru dan tidak. {engawasan orang tua juga harus dilakukan, hal itu terjadi pada jam istirahat yang seharusnya anak-anak sudah terlelap di alam mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar