Selasa, 22 Oktober 2013

Timbangan Apotek 1


Beberapa minggu terakhir aku sering keluar masuk apotek, tepatnya di daerah Dinoyo. Jangan tanya kenapa, alasannya bukan sama seperti kebanyakan orang, untuk membeli obat, agaknya apotek ini telah beralih fungsi bagiku yaitu untuk mengetahui apakah berat badan naik atau turun.
Ini berawal saat mengikuti suatu program diet, yang sedang menjadi trending topik. Satu hari berlalu dan rasa penasaran itu muncul. 

“Piro yo rek beratku” (berapa ya beratku) aku bertanya ke 3 sahabatku saat jam istirahat.
“enggak ngertilah” jawab salah satu cepat
“Pengen nimbang deh”
             “Yawes, timbang lo” (yaudah timbang saja)
                     “ Ga nduwe tapi” (ga punya tapi)
                     “Aku ngerti nang apotek Dinoyo onok” (aku tahu di apotek Dinoyo ada) celetuk Reza tiba-tiba.
*    
Sepulang dari kampus, niat untuk mampir ke apotek itu semakin tak terbendung. Ku parkir motor di kiri jalan, kebetulan arah ke apotek itu dan kostku satu arah.
Di dalam apotek aku bingung, ya masak harus langsung menimbang badan, rasanya sangat tidak sopan.
“Bisa di bantu mbak?” tanya salah satu pegawai di sana.
“eeem... anu mbak obat untuk pilek” ku jawab seadanya, daripada aku harus jujur berkata mau menimbang badan.
“Biasanya apa mbak?” tanya mbaknya lagi
“aduuh nggak biasa minum obat mbak, yang dosisnya rendah aja lah”
“ini mbak,” sambil mengeluarkan salah satu obat pilek yang cukup terkenal
“Jangan deh, yang dosisnya rendah, sama yang kecil obatnya”
“semua sama mbak”
Aku melihat beberapa obat yang ditunjuk pengawas apotek tersebut, pandanganku jatuh pada salah satu obat yang kemasannya terlihat lebih kecil dari semua.
“Yang itu mbak” celotehku sambil menunjuk obat tersebut.
“itu untuk anak-anak mbak”
Wajah si mbak penjaga sudah mulai bosan, akhirnya ku putuskan untuk memilih salah satu obat yang ditawarkannya tadi.
“1500, bayar di kasir”
1500 pas keluar dari dompetku.
Pandanganku meneliti di ruangan itu, tepat di pojokan benda itu berada. Tas aku taruh di kursi dekat situ.
“Mbak aku nimbang ya” tampa menunggu jawaban aku langsung naik keatas benda itu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar