20 April 2013,
Setaun yang lalu kurang lebihnya, di sebuah acara yang sama. Saya punya niat ganda. Postingan saya masih ada, masih tentang kamu Albury, masih tentang harapan akan keajaiban yang meyakinkan saya bahwa kamu nyata, kamu ada. Diam-diam saya berdoa "Berharap bertemu kamu disini" itu doa saya satu tahun lalu.
Nyatanya gak ada kamu disana, Saya pikir Tuhan tidak akan mengabulkan doa itu, hanya sebuah tindakan sosial yang saya tunjukan untuk kamu, saya yang meyakini kamu nyata tapi kamu hanya sebuah buram di hidup saya. Kamu tidak hadir di sana. Tidak ada.
Kemarin saya mengikuti acara yang sama, tanpa doa lain yang mengikutinya. Hanya sebatas peraduan nasib untuk menjadi yang terbaik. Tanpa niat bertemu kamu yang namanya masih tertera jelas di tombol search twitterku, tidak untuk melihat kamu yang satu tahun lalu menjadi obsesiku, yang baru kemarin namamu ku buang di tempat sampah pojok kamar. Aku meninggalkan Albury menuju yang lebih mudah kugapai.
Kamu datang tanpa senyum, tanpa kabar dan hanya datang. Kamu ada di sana saat itu, nyata. Dengan topimu, dengan angkuhmu dengan tatomu yang selalu menjadi mimpiku. Kamu dengan acuhmu yang membuatku tak bisa berpaling darimu, membuat berbulan-bulan waktuku stuck di kamu.
Getaran itu terasa setanku, rasanya mungkin tak seperti dulu, kamu hanya obsesi laluku yang telah ku lupakan tentang mimpi bersamamu. Ada di sini di suatu tempat yang satu tahun lalu aku berdoa untuk Tuhan pertemukan denganmu. Bibirku keluh tak dapat menyapamu, kamu yang tak pernah melihatku lagi sejak setahun lalu. Keberanian yang tak terkumpul untuk hanya tersenyum padamu. Aku memang pengecut, tapi aku tak pernah menyesali kepengecutanku. Karna apa, karna kamu hanya obsesiku satu tahun lalu.
dAku tertawa, "God is a Good Director" ingin menangis, ingin menjerit ada sedikit kecewa kepada Tuhan, tapi saya sadar doa saya telah dikabulkan olehNya walau dengan jangka waktu yang lama. Semuanya berubah sekarang, ketika kemarin saya memutuskan untuk tidak lagi terpaku padamu. Otakku hanya ada dia yang hanya bisa memfokuskan mataku tanpa kacamata. Kamu yang selalu mengingatkan tentang welas asih, kamu robot budha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar