Rabu, 05 Desember 2012

Rindu waktu ngacol dengan kalian

    Saat ini persahabatan saya dan teman-teman serasa di uji. Kepentingan-kepentingan lain menguasai kami hingga akhirnya kamiu melupakan kebersamaan yang selalu kami bangun, hnaya di kuliah selebihnya nothing, jarang bercanda ngakak seperti dulu, dengan beralaskan struktur materi dan menyalahkan waktu. Saya sendiri berfikiran santai tapi semakin lama kami jarang menghabiskan waktu hanya sekedar diam memandangi orang lewat atau nongkrong di pinggir jalan Suhat hanya untuk menikmati malam sambil menghabiskan susu jahe kesukaan kami. Jarang makan mie setan, mie tomcat, mie galau, buto ijo, jarang jadi AGM atau sekedar lirik-lirik cowok kece yang terpaksa lewat di depan kami sambil kami hadiahi tatapan liar seorang jomblo.

   Salahkan keadaan, salahkan waktu, salahkan materi. Yang paling salah individu sendiri yang selalu susah untuk mengerti.  Selalu ada yang gak bisa ketika yang lain minta ditemani, hanya karaoke atau sekedar makan keluar di Mak Par. Nanti, besok endingnya tentu saja tidak pernah terjadi. Kangen ngumpul utuh, bukan meninggalkan satu dua orang untuk kepentingan mereka lainnya. Kita harus menghargai apa yang mereka lakukan, tapi minta satu waktu kosong buat sekedar ngomong ngelantur sambil hahha hihi gak karuan.

  Ngomongin cowok buat parajomblo, ngomongin masalah keluarga, ngomongin lagu, ngomongin kuliah, ngomongin kegiatan kita. Suport yang selalu kurang dari kami, saling dukung memang ada tapi bukan tindakan. Kecenderungan ini memang wajar, kata @milha_sy "Kok lucu, gak ada satupun dari kita yang punya sifat sama, tapi kita bisa kumpul gini" gak ada satupun dari kami yang punya ciri-ciri sama, kesukaan sama, itupun kadang yang satu mempengaruhi lainnya. Mode pakaian, gaya bicara, emosi, pembawaan kita seakan saling melengkapi tidak peduli dengan dengan semua itu sibuk dengan kebodohan yang kita buat.

  Ini waktu yang cukup lama untuk persahabatan bagi saya, entah bagi mereka. Ketika marahpun dengan kepolosannya @divatrifinda selalu ngacol dengan pikirannya sendiri, atau @rezadulisanti yang selalu perasa dengan apa yang sedang terjadi, lebih sensitif @vocaterry yang selalu jadi penyemangat kami, buat gak malas. Rasanya ada ruang dari kita masing-masing untuk buat kita nyaman dengan zona kita pribadi. 
Ayo dong satukan zona itu lagi teman jadi lingkaran keren yang hanya kita yang tahu apa di dalam sana, meskipun sedikit berbelok toh lingkaran bakal dikatakan tetap lingkaran selama kita pegangan tangan dan saling percaya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar