Mereka lalu-lalang, wajahnya hanya sekilas bergantian memenuhi bola mataku, kaki-kaki mereka mengejar waktu, sebuah pengharapan.
Mereka rapi, mereka kusam. Ada yang tersenyum banyak yang tersirat kekecewaan diwajah mereka.
Perlu nyali yang dapat dipertanggung jawabkan disini
.
Wajah mereka berseri-seri, mereka membawa beban dari orang-orang yang mendukung mereka secara langsung, menunggu kepulangan mereka untuk mendapat kabar itu.
Sebuah pelepasan yang membahagiakan.
Sisi lainya
Gambaran kekecewaan, buah dari ketidakpuasan, bukan kesalahan namun perlu pembenaran, yang artinya perlu waktu yang lebih untuk mereka tetap disini, mereka cinta disini tapi mereka juga menginginkan pelepasan.
Terbayang wajah yang disayang disana, bersabar yang artinya semua butuh semua yang lebih. Usaha, doa, cinta dan keyakinan mereka untuk menjadikan yang menunggu kabar bahagia disana.
Sudut lain
Aku berada di depan gerbang itu, 2 gerbang lalu-lalang tempat kegembiraan dan kekecewaan terpabcar dari wajah-wajah mereka.
Sendiri, selalu hanya dengan laptopku dan fikiranku.
Menunggu teman yang katanya bakal datang, namun tetap tak ku tahu kebenaran,
Membaca materi tugas serta menulis ini.
Dengan wajah datar serta bibir ditekuk.
Aku tahu ada sebagian dari mereka yang memandang kasian padaku,
sudahlah aku memang menyedihkan namun aku nyaman dengan kesendirian saat ini.
Pojokan,
2 mahasiswa sedang sibuk mengerjakan tugas, sama seperti aku, bedanya dia ada yang menemani.
Tidak lama mereka berjauhan,
Setan tertawa dihatiku.
Ah ini hanya sebuah ruang di lantai sebuah universitas. Namun terdapat banyak perasaan yang menyimpan berjuta cerita. Dengan saya dan mereka sebagai aktornya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar