Malang, 17 November 2015
Sudah tujuh bulan tanpa terasa, aku baru ingin menulis tentang ini kemarin malam. Saat ku putuskan menghubungi Bapak, minta tambahan uang. Bukan apa-apa aku hanya ingin sedikit pamer padamu Mak, ketakutan-ketakutanku setelah kau pergi pelan-pelan harus kuatasi, terutama tentang hubunganku dengan Bapak, yang menurutku adalah hal utama untuk diperbaiki. Kami mulai belajar untuk mendengarkan, untuk lebih berinteraksi secara intens meski sering pula aku menghindar, aku masih bingung untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanya yang bersifat pribadi, belum bisa menatap wajah Bapak saat kami bicara atau menanyakan hal-hal pribadi tentang beliau, akan ku coba, yang ini pasti kuusahakan.
Akhir-akhir ini maafkan aku yang jarang teringat padamu. aku hanya ingin kamu datang mengingatkan, seperti malam-malam sebelumnya. Namun ingatlah meski kami saling jauh, tujuan kami sama membuatmu bahagia di sana, tak perlu mengkhawatirlan apapun tentang kami. Tulisan ini juga terinsprasi dari iklan layanan masyarakat yang kemarin aku tonton, tentang hari Ibu, sangat menyentuh, ceritanya cukup simple dituntun dengan pertanyaan remeh-temeh yang membuat naluriku cukup tersentak. Bahkan ada satu pertanyaan yang membuatku terlihat amat miris, aku tidak pernah tahu apa makanan kesukaanmu Mak, yang sangat ku sesalkan adalah kita memang sangat dekat setelah penyakit itu muncul, sebelum-belumnya aku seolah tak pernah peduli dengan apa yang terjadi padamu kecuali itu menyangkut keberadaanku. Miris, bukan? aku cukup bersyukur meski sebentar Tuhan memberiku peluang untuk membalasmu, meski sering kuiringi dengan keluhan, meski tak pernah setulus kasimu untukku.
Aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu, namun seperti yang selalu aku bilang, kamu di sana cukup mendoakan, agar anakmu ini selalu bisa mengambil sikap yang baik serta dapat menyelesaikan masalah-masalahnya. Banyak yang terjadi setelah Emak pergi, kita sangat kehilangan, banyak yang telah berubah pula. namun yang harus selalu Mak ingat adalah kami semua punya tujuan sama, membahagiakanmu di sana.
dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar