Ini tentah hati saya, tentang perasaan saya yang susah dikendalikan untuk kagum pada seseorang. Mudah rasanya hanya untuk mengagumi, tanpa berfikir terlalu jauh sakit ada di akhir, saya selalu mencoba mendekat dengan sesuatu yang saya anggap menarik itu, melihat apakah memang semua itu sebegitu menariknya untuk dikagumi? kenyataannya jauh, pemikiran liar saya yang selalu melebih lebihkan sesuatu dan selalu tumbuh liar di otak membuat saya sering kecewa dengan semua itu ketika mengetahui bahwa apa yang saya impikan tidak selalu seindah kenyataan.
Mungkin pada awalnya saya selalu bilang inilah, itulah satu-satunyalah, namun saya tidak pernah konsisten dengan semua itu, sesuatu yang saya lakukan selalu berakhir di tengah jalan, merasa bosan ketika semua berjalan di tempat. Monoton rasanya. Mengejar sesuatu yang akhirnya di tengah jalan kita sadar sesuatu itu tidak patut untuk dikejar karena kehadiran kita tak pernah ada untuknya.
Iya, dia atau yang lebih populer saya sebut kamu, yang dulu saya puja, yang pernah berkontribusi dalam melelehnya airmata saya ketika mengetahui kesakitan tentang kamu. Akhirnya saya sadar, baru saja bahkan ketika banyak omongan tentang kamu sudah terdengar lama, saya kukuh dengan apa yang saya rasakan tentang kamu dan yang saya anggap menarik didirimu. Namun kamu sendiri yang yang menghancurkan imajernasi indah tentangmu, dan mereka tersenyum dan mengatakan bahwa "Ini pilihan yang tepat untuk saya". Terimakasih kalian yang sudah menyadarkan saya dan kamu yang sudah tidak istimewa untuk saya karna kamu memang mengatakan hal itu. Seperti ketika kamu mempunyai sayap indah namun sayap itu jatuh karna hanya hiasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar