Selalu ada 2 sisi berbeda dari segala sesuatu, kenyamanan saya selalu diikuti kekhawatiran. Tentang pendapat orang yang menyakitkan, tentang sesuatu yang saya rasa tidak nyaman untuk saya lakukan tapi saya menginginkanya, saya mencintai jiwanya, bukan tubuhnya kasaranya seperti itu. Ketakutan-ketakutan saya seakan tidak pernah beralasan ketika diikuti sebuah fakta yang terdapat di belakangnya. Kadang pandangan mereka memuji bukan mencemooh, kadang mereka memperhatikan bukan mengabaikan.
Hari inipun demikian, saya merasa sendirian di tengah hingar-bingar dan sinar terang mereka, sinar saya seolah kurang terang untuk ikut merasakan apa yang sebenarnya terjadi. Saya kurang percaya diri dengan segalanya ketika bersama mereka, bukan menjadi diri saya sendiri, lebih sering menggunakan topeng kediaman untuk membuat saya berada di zona nyaman.
Banyak tapi dan tapi selalu yang bergelantungan, ingin apa tapi tapi itu tidakkah mereka jatuh hingga saya tidak memikirkan tapi lagi untuk apa yang akan saya tempuh.? Terkadang tapi itu menjadi ketakutan sendiri dalam diri saya, tapi jika tidak sempurna? hal utama yang selalu membatasi pikiran dan apa yang akan kita kerjakan, sebuah karya misalnya, hanya dengan sebuah kata "tapi" mungkin butuh waktu beberapa hari, minggu dan bahkan tahun untuk memprosesnya itupun tidak akan sempurna.